Arti Tut Wuri Handayani Beserta Lambang dan Sejarahnya

Arti Tut Wuri Handayani Beserta Lambang dan Sejarahnya – Apakah anda tahu siapa Ki Hajar Dewantara? Salah satu tokoh Pahlawan Nasional ini berjasa bagi negara Indonesia. Salah satunya dalam dunia pendidikan Indonesia. Masing masing tokoh perjuangan memiliki cara dan langkahnya masing masing agar tujuan yang ingin mereka capai dapat terealisasikan.

Dasar pendidikan di Indonesia memiliki semboyan khusus yaitu semboyan Tut Wuri Handayani. Semboyan ini memiliki lambang dan artinya sendiri. Bahkan semboyan tersebut juga memiliki sejarahnya sendiri. Meski semboyan ini telah menjadi lambang dasar Pendidikan, namun belum banyak orang yang mengetahui makna yang sebenarnya. Bagaimanakah sejarahnya? Siapakah yang mendirikan semboyan tersebut? Semua itu seharusnya telah diketahui oleh orang banyak karena dijadikan sebagai dasar pendidikan yang terdapat di negara tercinta ini yaitu Negara Indonesia.

Semboyan pendidikan di Indonesia dibuat oleh Ki Hajar Dewantara selaku Pahlawan Nasional sekaligus Bapak Pendidikan kita. Slogan dari Ki Hajar Dewantara memiliki 3 ungkapan dengan maknanya masing masing. Makna yang terkandung didalamnya cukup mendalam bagi pemimpin atau pendidik dalam membentuk sebuah keteladanan, baik semangat ataupun moral bagi anak didiknya. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang arti tut wuri handayani beserta lambang dan sejarahnya. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Contents

Arti Tut Wuri Handayani Beserta Lambang dan Sejarahnya

Semboyan Tut Wuri Handayani memang sangat berjasa dalam dunia pendidikan, terutama pendidikan di Indonesia. Semboyan ini tidak hanya sekedar semboyan saja, karena didalamnya mengandung makna tertentu. Semboyan ini pertama kali ditemukan oleh pahlawan Indonesia bernama Ki Hajar Dewantara.

Sekarang ini semboyan Tut Wuri Handayani dalam dunia pendidikan memiliki pesan yakni agar masing masing pendidik tidak memaksakan kehendaknya terhadap peserta didik. Hal ini dikarenakan Tut Wuri Handayani memiliki makna berarti mengikuti dari belakang karena dapat mempengaruhinya. Dengan kata lain jangan berusaha untuk menarik anak didik dari depan, karena lebih baik membiarkannya mencari jalannya sendiri ketika anak anak masih belajar. Maka dari itu pendidik baru boleh mengarahkan jika anak didiknya salah jalan.

Agar anda lebih paham mengenai maksud dari semboyan Tut Wuri Handayani ini. Maka saya akan menjelaskan tentang arti, sejarah Tut Wuri Handayani secara singkat dan lambang Tut Wuri Handayani itu sendiri. Berikut penjelasan selengkapnya:

Arti Tut Wuri Handayani

Ki Hajar Dewantara mengungkapkan semboyannya yang berbunyi “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Masing masing semboyan memiliki arti atau maknanya sendiri. Berikut arti dari masing masing semboyan yaitu:

  • Arti ing ngarsa sung tuladha ialah di depan memberikan teladan. Maknanya seorang pendidik harus memberikan contoh tindakan atau teladan yang baik.
  • Arti ing madya mangun karsa ialah di tengah memberikan semangat. Maknanya seorang guru harus memberikan semangat, ide atau prakarsa di antara muridnya.
  • Arti tut wuri handayani ialah di belakang memberikan dorongan. Maknanya seorang pendidik harus memberikan arahan dan dorongan dari belakang kepada muridnya.

Sejarah Singkat Tut Wuri Handayani

Pendidikan di Indonesia pada awalnya memiliki sejarahnya sendiri, dimana para pejuang berusaha untuk memberikan pendidikan kepada anak bangsa. Salah satunya ialah Ki Hajar Dewantara yang di kala itu membentuk Taman Siswa untuk pendidikan anak bangsa. Bahkan karena perjuangannya, Ki Hajar Dewantara di juluki sebagai Bapak Pendidikan. Pada dasarnya tujuan dibentuknya Taman Siswa ialah untuk membentuk budaya tanding di masa itu terhadap pendidikan kolonial. Selain itu juga berguna untuk menyadarkan rakyat Indonesia akan penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing, baik penjajahan secara fisik ataupun budaya. Inilah yang menjadi titik balik terbentuknya semboyan Tut Wuri Handayani.

Sembooyan tut wuri handayani ki hajar dewantara
Sembooyan tut wuri handayani ki hajar dewantara

Pada tanggal 3 Juli 1922, Taman Siswa pertama kali di dirikan oleh Ki Hajar Dewantara. Dalam Taman Siswa tersebut terdapat 7 pasal asas di dalamnya. Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli yaitu Raden Soewardi. Ki Hajar Dewantara ialah orang yang pertama kali membuat atau mencetuskan semboyan Tut Wuri Handayani.

Logo atau Lambang Tut Wuri Handayani

Sejak tanggal 6 September 1977, lambang Tut Wuri Handayani dijadikan sebagai lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bahkan telah tercatat dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor No. 0398/M/1977.

Arti Tut Wuri Handayani Beserta Lambang dan Sejarahnya
Logo Tut Wuri Handayani

Adapun arti dari masing masing bagian pada lambang tersebut yaitu sebagai berikut:

  1. Logo bidang segi lima dengan warna biru muda maknanya menjelaskan alam kehidupan yang terdapat dalam Pancasila.
  2. Logo semboyan Tut Wuri Handayani maknanya sikap menghormati dan menghargai jasa Ki Hajar Dewantara. Bahkan Hari Pendidikan Nasional sendiri berdasarkan hari lahir dari Ki Hajar Dewantara juga karena berjasa dalam memperjuangkan sistem pendidikan di Indonesia.
  3. Logo belencong menyala dengan motif garuda maknanya melambangkan sebuah lampu yang dapat menciptakan pergelaran agar semakin hidup. Sedangkan burung garuda melambangkan suatu gambaran yang bersifat berani, dinamis, mandiri, dan gagah perkasa dalam menjelajahi angkasa luas.
  4. Logo buku menggambarkan suatu buku yang menjadi sumber dari semua jenis buku yang berguna dalam kehidupan manusia.
  5. Logo warna dengan warna dasar putih yang maknanya bersih, tidak pamrih dan suci. Kemudian di bagian api menyala terdapat warna kuning emas melambangkan keluhuran dan keagungan dalam suatu pengabdian. Sedangkan di bagian bidang segi lima berwarna biru muda yang melambangkan jiwa pengabdian dengan pandangan hidup mendalam yang tak kunjung putus.

Sekian penjelasan mengenai arti Tut Wuri Handayani beserta lambang dan sejarahnya. Semboyan ini memiliki arti yaitu seorang pendidik harus memberikan arahan dan dorongan dari belakang kepada muridnya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here