Pengertian Pantun Nasehat, Ciri-Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Pengertian Pantun Nasehat, Ciri-Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya – Sebelum kita membahas tentang pantun nasehat mari kita Bahasa dahulu tentang pantun. Materi pantun sudah kalian pelajari sejak menginjak bangku sekolah dasar dan Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan kata pantun, ya pantun adalah salah satu jenis puisi lama. Kata pantun sendiri berasal dari patuntun dalam Bahasa minangkanbau yang artinya penuntun.

Pantun juga sebagai ungkapan perasaan atau pikiran yang dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk kata kata yang menarik untuk di baca ataupun di dengar. Karya sastra ini memiliki bait yang terdiri dari 4 baris yang ketukanya a-b-a-b dan setiap lariknya terdiri dari 8-12 suku kata. bait pertama dan kedua sering disebut sebagai sampiran kemudian bait ke tiga dan keempat disebut isi.

Pengertian Pantun Nasehat, Ciri-Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya
Unsur pantun Nasehat

Pada dasarnya ada banyak sekali jenis pantun yang diajarkan pada siswa ketika berada di bangku sekolah. Mulai dari pantun jenaka, nasehat, pantun agama, tema pendidikan, dan lain sebagainya. Tapi mari kita fokuskan pembahasan hanya pada pantun nasehat saja yang notabenya memiliki tujuan serta fungsi lebih spesifik dari jenis lain.

Tapi mayoritas orang lebih beranggapan fungsi pantun nasehat yaitu untuk memberi nasehat dan mengajak pembaca untuk berbuat kebaikan. Tak sedikit pula yang menganggapnya sebagai media penyampai pesan moral untuk mendidik seseorang agar menjadi lebih baik, Sebagai petuah, dan pelajaran hidup yang positif.

Pengertian Pantun Nasehat, Ciri-Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Secara garis besar materi satu ini sudah mulai diperkenalkan pada siswa ketika menginjak jenjang sekolah menengah. Berbagai contoh pantun nasehat singkat pun bisa kalian temukan di buku pedoman bahasa. Di lain sisi, guru pun pasti akan menyampaikan materi tersebut secara mendalam sebagai bentuk persiapan agar siswa tak kesulitan menyebutkan setiap aspek saat ujian.

Meski demikian kita tak bisa menampik fakta bahwa masih ada beberapa orang yang kesulitan menguasai materi tersebut. Berbagai faktor pun menjadi penyebabnya mulai dari ciri-ciri pantun nasehat yang sulit dihafal, definisi yang hampir sama, dan lain sebagainya. Padahal selain menjadi butir soal ujian guru pun biasanya akan meminta kalian membuat contoh karya sastra tersebut sebagai penugasan.

Maka dari itu, untuk membantu kalian mengerjakan tugas saya pun tergelitik ingin membahas materi satu ini. Secara garis besar jenis pantun nasehat sendiri memili isi petuah atau nasehat pesan moral untuk mendidik agar menjadi lebih baik. Tapi jika diulas lagi kita akan menemukan berbagap aspek mulai dari fungsi, tujuan, hingga ciri-cirinya.

Apa Itu Pantun Nasehat

Tanpa perlu saya jabarkan panjang lebar pasti kalian sudah bisa menerka apa pengertian pantun nasehat. Sama seperti namanya, pantun nasehat adalah karya sastra yang berisi petuah atau petunjuk bersifat mendidik agar pembaca menjadi lebih baik. Biasanya pantun tersebut berisi pesan moral yang sarat dengan nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma sosial masyarakat.

Pernyataan di atas pun didukung oleh pendapat para ahli bahasa serta sastrawan. Bahkan kalian bisa menjumpai definisi pantun nasehat di buku pedoman bahasa Indonesia lengkap beserta unsurnya.

Pantun satu ini biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan yang bertujuan untuk kebaikan di tengah pergaulan masyarakat yang yang beraneka ragam. Salah satu Contohnya tentang pesan untuk selalu berbakti dan menerapkan sopan santun kepada siapa saja yang paling utama kepada orang tua, guru, atau pimpinan baik itu dilingkungan kecil atau besar seperti lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari kita.

Ciri-Ciri Pantun Nasehat

Apa saja ciri-ciri pantun nasehat? inilah pertanyaan yang sering diajukan oleh siswa. Secara kasat mata semua jenis pantun memang terlihat sama dari segi kaidah kebahasaan. Tapi lain ceritanya jika kalian melihatnya dari sudut pandang unsur intrinsik yang notabenya melibatkan tema dan struktur.

Baca juga: Materi Teks Eksemplum (Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya)

Pantun nasehat memiliki ciri yaitu dua baris pertama berupa kiasan dan dua baris terakhir berisi amanat atau nasihat yang akan disampaikan. Sedangkan ciri spesifiknya sama seperti jenis lain yang umumnya memiliki 4 larik atau 4 baris di tiap baitnya. Tak hanya itu, dalam pantun di setiap barisnya terdiri atas 8- 12 suku kata. Memiliki rima yang polanya a-b-a-b atau a-a-b-b.

Fungsi dan Tujuan Pantun Nasehat

Semua orang pasti akan setuju jika saya menyebut fungsi dari pantun satu ini adalah untuk mengarahkan pembacanya menjadi lebih baik. Tapi sebenarnya ada banyak fungsi dan jutuan dari pantun Nasehat yang mungkin belum kalian sadari. Jika rajin membaca khususnya buku LKS maka kalian akan menjumpai fungsi pantun nasehat. Nah, sebagai tambahan referensi simaklah beberapa fungsinya di bawah:

  1. Memberi nasehat dan mengajak pembaca berbuat kebaikan.
  2. Memberi pesan moral dan membangun karakter seseorang.
  3. Sebagai petuah dan pelajaran hidup yang positif.

Sedangkan tujuannya pantun nasehat memiliki tujuan sebagai nasihat moral dan nilai nilai religi yang berkaitan dengan orang tua dan juga sang pencipta dan juga untuk menyampaikan perasaan, saran, larangan, nasihat, kasih sayang, ajaran budi pekerti dan moral bahkan kritik sosial.

Contoh Pantun Nasehat

Sebenarnya ada banyak sekali tema yang bisa kita angkat sebagai topik dalam pantun satu ini. Mulai dari tema kehidupan, belajar, berniaga, dan lain sebagainya. Intinya, selama topik utama yang ingin disampaikan bersifat mengarhkan pembaca pada kebaikan maka dapat dikatakan sebagai nasehat. Setelah mengetahui berbagai unsur pantun nasehat di atas maka tibalah saatnya melatih pengetahuan dengan mempelajari contohnya.

Contoh Pantun Nasehat 4 Baris

Kura-kura mudah dikejar,
Tak dapat ia cepat berlari.
Ilmu didapat dengan belajar,
Belajar harus sepenuh hati.

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding.

Jangan sombong jangan angkuh,
Di dalam pagar ada kemumu.
Belajar itu bersungguh-sungguh,
Agar cepat masuknya ilmu.

Cemara menderai sampai jauh
Terasa hari akan jadi malam
Ada beberapa dahan di tingkap merapuh
Dipukul angin yang terpendam

Padang temu padang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata

Jalan-jalan ke kota Blitar
jangan lupa beli sukun
Jika kamu ingin pintar
belajarlah dengam tekun

Untuk Nenek anda
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertakhta

Pukul tujuh pagi masuk kelas
Kerjakan tugas soalnya rumit
Menuntut ilmu dengan ikhlas
Untuk cinta-cita setinggi langit

Contoh Pantun Nasehat Kehidupan

Tak perlu mahal untuk sebuah kendaraan
Yang terpenting tidak berjalan berjam-jam
Jika cinta tak dijalani dengan kedewasaan
Maka cinta akan berubah menjadi belati tajam

Indah laut indah karang
Indah karang ikan berlabuh
Jangan suka sering begadang
Karena dapat merusak tubuh

Orang Cina berdagang kain,
Kain dijual di tengah pekan.
Asal tidak cari yang lain,
Nyawa dan badan saya serahkan.

Wahai ananda dengarlah manat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat

Nemu gelang di pekarangan
Tapi gelang sudah karatan
Siapa nyampah sembarangan
Pasti pacarnya orang utan

Pak tegus pergi kebali
Melihat bule sedang menari
Aduh pantas kau baau sekali
Kau belum mandi 6 hari

Pergi kesawah ada ularnya
Main di kali banayk ikannya
Kalua bermain janganlah lupa
Solat mengaji tetap dijaga.

Itulah artikel yang membahas tentang Pengertian Pantun Nasehat, contoh, fungsi dan tujuannya. Berdasarkan artikel diatas memiliki kesimpulan bahwa pantun nasehat adalah karya sastra yang berisi petuah atau nasehat pesan moral untuk mendidik agar menjadi lebih baik.

Biasanya pantun nasehat berisi pesan moral yang sarat dengan nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma sosial masyarakat. Pantun nasehat memiliki ciri yaitu dua baris pertama berupa kiasan dan dua baris terakhir berisi amanat atau nasihat yang akan disampaikan. Semoga artikel diatas bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here