Teks Cerita Ulang (Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya)

Teks Cerita Ulang (Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya) – Menceritakan pengalaman berkesan yang didapatkan dari perjalanan maupun kejadian di masa lalu merupakan hal yang lumrah. Cerita tersebut bisa disampaikan secara lisan maupun tulisan dengan gaya bahasa past tense. Contoh teks cerita ulang memiliki konsep yang hampir sama dengan penjelasan tersebut. Cerita diambil berdasarkan hal yang sudah permah terjadi di masa lampau dan diceritakan kembali kedalam bentuk karangan.

Rangkuman Materi Teks Cerita Ulang (pengertian, struktur, kaidah kebahasaan, dan contohnya)

Materi teks cerita ulang sudah sering disampaikan di sekolah, bahkan dalam bahasa inggris kita mengenal teks cerita ulang ini sebagai recount text. Teks cerita ini tersusun dari beberapa unsur dan struktur khusus yang berbeda dari jenis teks lainnya. Meskipun demikian, tidak sedikit siswa yang kebingungan menentukan struktur dalam teks cerita ulang maupun memahami kaidah teksnya. Padahal teks cerita ulang sering dijadikan butir soal ujian tengah semester hingga akhir semester sekalipun. Mengingat pentingnya belajar setiap aspek dalam contoh teks cerita ulang tersebut akhirnya saya tertarik untuk membahasnya.

Dalam artikel kali ini kita akan mendalami pengertian dan struktur teks cerita ulang sebagai salah satu materi bahasa Indonesia. Selain itu kita juga akan memahami kaidah teks cerita ulang dan fungsinya dalam konteks bersosial masyarakat. Hingga pada sesi akhir, saya menyediakan pula beberapa contoh teks cerita ulang singkat yang dapat kalian jadikan referensi. Silahkan simak penjelasan tentang teks cerita ulang di bawah ini.

Pengertian Teks Cerita Ulang

Dari penuturan singkat diatas kita pasti sudah bisa menebak apa itu teks cerita ulang. Secara umum, Pengertian teks cerita ulang adalah jenis teks yang menceritakan pengalaman maupun peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Cerita tersebut disusun sesuai kaidah kebahasaan dan menggunakan struktur khusus hingga menciptakan alur yang krolonologis. Fungsi sosial atau tujuan teks cerita sejarah adalah untuk menghibur sekaligus memberikan informasi kepada para pembaca tentang kejadian tertentu di masa lalu.

Dalam kehidupan nyata, contoh konkret penggunaan teks cerita ulang pun juga sering kita temukan. Misalnya saja pada majalah, surat kabar, maupun berita dari internet yang notabennya menggunakan gaya past tense. Tidak hanya dalam bentuk cetak saja, dalam bersosial pun pastinya kita pernah menceritakan pengalaman berkesan pada rekan kerja/kolega. Karena konteksnya yang luas, akhirnya para ahli pendidikan sepakat untuk membagi teks recount menjadi beberapa jenis berdasarkan isi dan tujuannya.

Jenis Teks Cerita Ulang

Materi teks recount bahasa indonesia memang sudah banyak sekali dibahas di sekolah. pembahasan lengkapnya pun juga sudah ada pada buku pegangan bahasa indonesia. Hanya saja sering kali kita tidak bisa membedakan jenis teks cerita ulang satu dengan lainnya. Namun, pada dasarnya kita bisa dengan mudah membedakan berbagai jenis recount text tersebut berdasarkan isinya.

  • Factual Recount : Cerita ulang faktual mengandung informasi yang bersifat fakta yang telah terbukti kebenarannya. Contohnya adalah karya ilmiah, makalah, dan berbagai teks laporan lainnya.
  • Imaginative Recount : Teks ini termasuk dalam kategori cerita imajinatif dengan latar dan setting di masa lalu. Misalnya cerita legenda, asal usul, dan berbagai cerita rakyat lainnya.
  • Individual Recount : jenis teks cerita ulang yang satu ini melibatkan sang pencerita secara lansung didalamnya. Jadi bisa disimpulkan bahwa recount individual merupakan penjabaran dari masa lalu sang penulis.

Struktur Teks Cerita Ulang

Setiap karya tulis disusun dengan memperhatikan susunan maupun urutan untuk menghasilkan pola kalimat dan paragraf yang padu. Struktur memegang peranan penting dalam penciptaan karya tulis. Tanpa adanya struktur, teks tidak akan bisa diidentifikasi dengan baik. Maka dari itu setiap jenis teks memiliki struktur (generic structure) yang berbeda satu sama lain. Jadi, struktur teks cerita ulang tentunya berbeda dengan teks editorial, narasi, maupun prosedur.

Baca juga: 8 Contoh Narrative Text Bahasa Inggris Pendek Beserta Artinya

Struktur teks cerita ulang memiliki 3 komponen utama yang berkesinambungan. Yakni orientasi, peristiwa, dan reorientasi. Masing-masing tentunya memiliki pengertian dan peranan tersendiri sebagai kerangka penyusun teks. Silahkan simak penjabaran setiap struktur pada teks cerita ulang di bawah ini:

Orientasi Cerita

Orientasi merupakan bagian pertama yang harus dihafalkan pada hampir semua teks. Orientasi berisi pengenalan awal tentang sebuah cerita. Bisa dibilang seperti gambaran dasar tentang latar, penokohan, dan juga waktu cerita tersebut.

Event

Event merupakan serangkaian peristiwa yang pernah terjadi dan diceritakan ulang pada recount text. Tanpa adanya event/peristiwa sudah pasti tidak ada yang akan diceritakan karena. Dengan kata lain event memiliki peran paling penting dan berisi inti dari cerita ulang tersebut. Umumnya, peristiwa tersebut akan disampaikan dalam urutan kronologis berdasarkan sebab akibat, akibat sebab, dan lain sebagainya. Pemilihan urutan event akan menciptakan kesinambungan dalam teks cerita ulang. Tidak jarang juga penulis menyisipkan komentar maupun pendapat yang berasal dari sudut pandangnya tentang peristiwa yang telah terjadi.

Reorientasi

Reorientasi adalah sesi penutup struktur teks cerita ulang yang berisi penegasan. Reorientasi memiliki tujuan untuk memberikan penegasan pada poin poin yang dianggap penting. Biasanya penegasan tersebut menyangkut penokohan dan peristiwa yang dianggap mengesankan/penting.

3 unsur diatas adalah struktur cerita ulang (recount text) yang harus kita hafalkan. Ketika ingin menyusun teks recount yang baik dan benar, pastikan untuk menggunakan pola paragraf diatas.

Kaidah kebahasaan Teks Cerita Ulang

Terlepas dari struktur diatas, teks recount bahasa indonesia memiliki beberapa kaidah yang tidak boleh diabaikan. Apa itu kaidah kebahasaan teks? Kaidah sering diartikan sebagai aturan-aturan dasar yang mengatur berbagai aspek dalam penyusunan karya tulis. Unsur tersebut mengikat dan sepenuhnya mempengaruhi pemilihan kata, penyusunan kalimat, dan lain sebagainya sehingga menciptakan sekumpulan paragraf yang saling koheren. Setiap karya tulis maupun sastra pasti memiliki yang naanya kaidah kebahasaan.

Dalam sesi ini kita akan mempelajari kaidah yang harus ada dalam teks recount. Meskipun sebenarnya materi teks cerita ulang sudah disampaikan di sekolah, namun saya ingin menggaris bawahi saja. Sebuah bacaan dapat disebut sebagai teks cerita ulang apabila memenuhi kriteria di bawah ini:

  1. Mengandung unsur 5W1H yang menunjukan kapan, siapa, dimana, mengapa, dan bagaimana.
  2. Menggunakan action verb atau kata kerja action, misalnya seperti “mengendarai“.
  3. Setting waktu dan tempat yang jelas.
  4. Menggunakan keterangan waktu lampau/sudah terjadi. Dalam bahasa inggris kita menyebutnya sebagai past tense. Contohnya “saya pernah ke bali” kalimat tersebut menyatakan masa lalu karena menggunakan kata pernah.

Ciri Ciri Teks Cerita Ulang

Bahkan, jika diamati lebih seksama kaidah bisa menjadi ciri ciri otentik dari sebuah teks. Melaluinya kita bisa membedakan berbagai jenis teks karena seperti yang kita ketahui kaidah kebahasaan teks cerita ulang sudah pasti berbeda dengan teks lainnya. Saya akan memberikan sedikit penjabaran tentang ciri ciri teks cerita ulang berdasarkan kaidah diatas.

  • Pola kalimat past tense/masa lalu.
  • Biasanya menceritakan tentang pengalaman pribadi penulis.
  • Namun dalam beberapa kasu sering kali penulis menceritakan pengalaman orang lain.
  • Tidak terdapat masalah dan klimaks pada cerita.
  • Memiliki tujuan untuk menghibur dan memberikan informasi terkait kejadian di masa lampau.
  • Bisa berbentuk biografi dan autobiografi.

Contoh Teks Cerita Ulang

Tanpa disadari, contoh cerita ulang sebenarnya bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja ketika kita bercerita pengalaman liburan semester kemarin. Atau mungkin pengalaman mengikuti lomba kaligrafi tingkat provinsi dan lain sebagainya. Cerita demikian yang notabennya menggunakan keterangan waktu lampau termasuk dalam kategori cerita ulang (recount text). Hanya saja cerita tersebut masih dalam bentuk lisan dan perlu diubah menjadi bentuk teks.

Banyak sekali media cetak yang mengandung contoh teks cerita ulang, misalnya saja majalah artis, gosip, dan lainnya. Ditambah dengan kemajuan teknologi sekarang siswa bisa mengakses informasi terkait materi teks cerita ulang tersebut secara bebas di Internet. Dalam sesi terakhir saya akan memberikan beberapa contoh teks cerita ulang singkat beserta strukturnya kepada anda.

Pengalaman Mengikuti Lomba Kaligrafi

Meskipun sudah berselang lama, namun ingatan itu masih terlintas jelas di benakku. Hari dimana aku menjuarai lomba kaligrafi antar madrasah di kotaku. Mungkin bagi sebagian orang ceritaku biasa saja, namun tidak bagiku yang jarang mengikuti perlombaan dan memenangkannya. Perlombaan kaligrafi tingkat kabupaten di kota bantul menjadi momen tak terlupakan untukku.

Di tahun 2014 silam madrasah tempatku menimba ilmu menjadi tuan rumah lomba tahunan. Aku yang masih duduk di bangku kelas 2 menjadi perwakilan dalam cabang lomba kaligrafi. Sebelum lomba dilaksanakan, banyak sekali persiapan yang dilakukan seperti memberikan bimbingan pada para peserta. Aku yang menjadi perwakilan pun tak luput dari bimbingan. Lebih tepatnya, aku mendapatkan dua kali bimbingan sekaligus pengarahan tentang lomba tersebut. Sedangkan teman temanku yang mewakili cabang lain hampir setiap hari mendapatkan bimbingan.

Tentunya aku merasa minder karena diberikan treatment yang berbeda dari teman-teman lainnya. Bahkan sempat pula terbesit dalam pikiran kalau aku akan kalah nantinya. Seingatku, aku pun sampai mondar mandir ke kantor guru hanya untuk menemui pembimbing dan memintas saran. Sayangnya, aku hanya beberapa kali saja bertemu beliau mengingat beliau juga menjadi panitia lomba. Apakah pembimbingku melupakan tugas dan tanggung jawabnya untuk memberikan arahan padaku atau bagaimana? Rasa gelisahku waktu itu terus berlanjut hingga menjelang detik-detik dilaksanakannya lomba.

Hingga pada akhirnya aku melihat perjuangan beliau mempersiapkan segala yang kubutuhkan untuk bisa memenangkan perlombaan. Mulai dari peralatan yang kubutuhkan hingga memberikan tips untuk menghadapi rasa minder. Seketika itu juga aku menjadi bersemangat dan mulai berpikiran positif.

Di hari berikutnya, aku mengikuti seluruh prosesi lomba yang diselenggarakan panitia dengan penuh semangat. Lomba dimuali pukul 9 pagi dan berakhir pukul 2 siang. Seluruh kemampuan telah kukerahkan dan tinggal menunggu pengumuman dari juri saja. Akhirnya setelah mengunggu cukup lama namaku pun dipanggil sebagai juara. Tidak hanya itu, aku juga akan maju ke lomba kaligrafi tingkat provinsi di kota yogyakarta. Itulah cerita ulang yang dapat aku ceritakan pada teman teman semua.

Pengalaman Libur Akhir Semester

Masa liburan merupakan salah satu momen yang ditunggu oleh hampir semua siswa. Setelah penat 1 semester belajar, mengerjakan tugas, dan menempuh ujian akhirnya tibalah waktu dimana kita bisa beristirahat. Aku akan menceritakan pengalaman liburan yang kualami di libur akhir semester kemarin.

Tidak banyak yang bisa kuceritakan karena liburan akhir semester kemarin hanya kuhabiskan di rumah saja. Namun, ada satu momen yang menurutku sangat spesial yakni menjelang malam tahun baru. Dimana malam itu kuputuskan untuk berkunjung ke rumah saudara di jakarta bersama dengan nenek, kedua orang tua dan adikku. Kami berangkat jam 9 pagi dan beruntungnya kami pada waktu itu karena jakarta tidak macet akhirnya kamipun sampai jam 12 siang.

Setelah sampai kami pun disambut hangat oleh keluarga saudaraku yang sudah menunggu di depan rumah. Kami dipersilahkan masuk dan ditunjukan kamar untuk menginap. Malam harinya, setelah semua keluarga berkumpul kami berencana membuat bakaran. Yaaa semacam pesta bakar-bakar kecil yang sering kami adakan dulu. Selanjutnya menginjak acara tengah malam kami pun berkeliling wilayah jakarta untuk melihat berbagai pertunjukan.

Ada kirab budaya, pentas seni, dan acara puncaknya adalah pesta kembang api yang diselenggarakan di monas. Aku sangat senang karena belum pernah melihat pesta kembang api semeriah itu. Setelah puas melihat pementasan akhirnya kami pulang dengan membawa banyak sekali oleh-oleh serta makanan. Ayah ibu dan saudaraku terlihat masih menikmati malam dengan berbincang-bincang di teras rumah namun karena aku sudah ngantuk akhirnya aku lebih memilih tidur.

Masih banyak sekali contoh teks cerita ulang singkat yang tidak bisa saya tulis disini. Namun pada dasarnya tanpa disadari kita pun sering menggunakan pola cerita ulang tersebut. Misalnya saat bercerita pengalaman seru kepada teman, bercerita peristiwa penting di sekolah kemarin, dan lain sebagainya.

Itulah rangkuman materi teks cerita ulang yang dapat saya sampaikan. Teks recount sebenarnya sangat sederhana dan mudah untuk dipahami. Baik itu pengertian, struktur teks cerita ulang, kaidah kebahasaan hingga contoh sekalipun bisa kita temukan di buku pegangan bahasa indonesia. Selain itu, dengan memanfaatkan internet kita juga bisa menemukan materi teks cerita ulang secara spesifik dan mendetail.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here