Salah Satu Ultimatum yang Diberikan PRRI/Permesta Kepada Pemerintah Pusat Adalah

Salah Satu Ultimatum yang Diberikan PRRI/Permesta Kepada Pemerintah Pusat Adalah – Apa yang dimaksud Permesta? Pengertian Permesta adalah sebuah gerakan yang sifatnya militer pada tahun 1957 – 1960 di kawasan Sumatera dan Sulawesi. Gerakan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) pada awalnya dari Kota Makassar yang berguna untuk ibukota Sulawesi Selatan. Dukungan dari adanya gerakan tersebut semakin memudar sampai berpindah ke Manado, Sulawesi Utara.

Lalu salah satu ultimatum yang diberikan PRRI/Permesta kepada pemerintah pusat adalah apa? Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang latar belakang gerakan PRRI. Pemberontakan PRRI dan Permesta terdapat di Sumatera dan Sulawesi karena pemerintah daerah berkaitan dengan pemerintah pusat meskipun hubungannya kurang harmonis. Peristiwa ini dikarenakan anggaran keuangan yang tidak sesuai dengan apa yang diberikan/diusulkan pemerintah. Maka dari itu tidak heran jika muncul ketidakpercayaan terhadap pemerintah pusat.

Salah Satu Ultimatum yang Diberikan PRRI/Permesta Kepada Pemerintah Pusat Adalah
Pemberontakan PRRI/Permesta

Di kala itu mulai dibentuk beberapa dewan seperti Dewan Banteng di Sumatera Barat yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Husein, Dewan Garuda di Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Letkol Barlian, Dewan Manguhi di Sulawesi Utara yang dipimpin oleh pimpinan Letkol Ventje Sumual, dan Dewan Gajah di Sumatera Utara yang dipimpin oleh Letkol Simbolon. Nah kali ini saya akan menjelaskan tentang salah satu ultimatum yang diberikan PRRI/Permesta kepada pemerintah pusat adalah apa. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Salah Satu Ultimatum yang Diberikan PRRI/Permesta Kepada Pemerintah Pusat Adalah

Pemberontakan Permesta dan PRRI dalam puncaknya terjadi pada tanggal 10 Februari 1958 sampai keluar ultimatum dari Ketua Dewan Banteng kepada pemerintah pusat. Isi ultimatum tersebut adalah Kabinet Djuanda yang harus mengundurkan diri dalam waktu lima kali 24 jam atau lima hari. Setelah ultimatum tersebut diterima kemudian pemerintah melakukan tindakan tegas untuk memberhentikan Letkol Achmad Husein secara tidak hormat.

Ultimatum tersebut ditolak oleh pemerintah pada tanggal 15 Februari 1959 sampai pengumuman berdirinya PRRI disampaikan oleh Letkol Ahmad. Setelah itu di Sulawesi mulai berdiri gerakan Permesta pada tanggal 17 Februari 1958. Lalu pemerintah melakukan operasi militer gabungan bernama Operasi Merdeka untuk menumpas pemberontakan PRRI/Permesta atas pimpinan Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat. Lantas salah satu ultimatum yang diberikan PRRI/Permesta kepada pemerintah pusat adalah apa?

Berdasarkan penjelasan di atas tentunya kita mengetahui sedikit tentang salah satu ultimatum yang diberikan PRRI/Permesta kepada pemerintah pusat adalah apa saja. Dikala itu terdapat operasi Merdeka yang kuat karena musuh memiliki persenjataan yang modern dari buatan Amerika Serikat. Hal ini terbukti dengan adanya Pesawat Angkatan Udara Revolusioner (Aurev) yang tertembak, dimana dikemudikan oleh Allan L. Pope. Ahmad Husein seorang warga negara Amerika Serikat. Kemudian pada tanggal 29 Mei 1961, para tokoh tokoh PRRI akhirnya menyerah.

Pemberontakan PRRI dan Permesta berhasil diselesaikan pada bulan Agustus 1958. Kemudian pada tahun 1961, pemerintah memberikan kesempatan kepada para anggota Permesta yang tersisa untuk melakukan operasi militer dan kembali ke Republik Indonesia. Setelah mengetahui ultimatum PRRI/Permesta tersebut, coba kerjakan salah satu contoh soal berikut:

Salah satu ultimatum yang diberikan PRRI/Permesta kepada pemerintah pusat adalah . . .
A. Presiden harus mengangkat Syarifuddin Prawiranegara sebagai perdana menteri
B. Pemerintah harus mengakui berdirinya dewan dewan daerah
C. Presiden harus mencabut mandat Kabinet Djuanda
D. Presiden harus membubarkan NKRI kembali pada RIS
E. Pemerintah pusat harus mengakui kedaulatan PRRI

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah pilihan C. Presiden harus mencabut mandat Kabinet Djuanda.

Pada dasarnya puncak pemberontakan PRRI/Permesta terjadi pada tanggal 10 Februari 1958 sampai Ketua Dewan Banteng mengeluarkan ultimatum untuk pemerintah pusat. Maka dari itu salah satu ultimatum yang diberikan PRRI/Permesta kepada pemerintah pusat adalah Presiden harus mencabut mandat dari Kabinet Djuanda, dimana dalam waktu 5 x 24 jam Kabinet Djuanda harus mengundurkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here