Narrative Text: Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya

Narrative Text: Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya – Ada banyak sekali genre text dalam bahasa inggris yang wajib dipelajari oleh siswa sekolah menengah. Salah satunya adalah narrative yang notabenya mulai diperkenalkan ketika kita berada di bangku SMP. Tidak hanya narrative text, adapula jenis text dalam Bahasa Inggris lainnya seperti news item, recount text, spoof text, maupun anecdote text.

Narrative text pada dasarnya digunakan sebagai hiburan maupun berisi kisah kisah di masa lampau. Narrative text secara harfiah termasuk jenis teks cerita yang sifatnya imajinatif serta menggambarkan serangkaian kejadian dari waktu ke waktu, mulai dari awal, tengah, hingga akhir ceritanya. Maka dari itu tidak heran jika narrative text disebut juga teks kronologis yang menceritakan sebuah peristiwa secara runut.

Contoh narrative text yang paling umum kita jumpai dapat berbentuk folklore (cerita rakyat), tales (dongeng), maupun jenis cerita fiksional lainnya. Sehubungan dengan materi tersebut, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang pengertian narrative text, struktur narrative text, kaidah kebahasaan narrative text, dan contoh narrative text. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini.

Contents

Narrative Text: Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contohnya

Pernahkah kalian membaca cerita yang bersifat imajinatif? misalnya mitos, legenda, fabel, maupun horror. Bila pernah, maka seperti itulah contoh narrative text dalam bahasa inggris. Kendati demikian, adapula narrative text yang mengusung tema berdasarkan kejadian nyata seperti potongan cerita kehidupan seseorang, sejarah, dan pengalaman pribadi.

Meski sudah mendapat porsi pembahasan yang cukup banyak di sekolah. Tapi faktanya tak sedikit siswa yang merasa kurang familiar ketika ditanya apa itu narrative text. Di lain sisi, keluhan juga datang ketika guru meminta siswa membuat contoh narrative text bahasa inggris. Penyebabnya tak lain karena mereka tidak hafal struktur narrative text yang benar.

Maka dari itu, mari kita berfokus membahas apa saja aspek yang perlu diperhatikan ketika hendak menulis teks naratif bahasa inggris. Dalam artikel ini kita akan mempelajari pengertian, generic structure, dan language features narrative text secara lengkap.

Pengertian Narrative Text

Apa itu narrative text? pertanyaan ini mungkin pernah terbesit di benak kalian. Selain tertulis di buku pedoman, guru pun pasti sering menjelaskan definisi teks ini ketika proses pembelajaran. Hanya saja kita kurang mampu menangkap makna dan memahami pengertiannya.

Narrative text adalah salah satu jenis teks bahasa inggris yang menceritakan serangkaian peristiwa secara kronologis dan terhubung. Uniknya, cerita teks ini bisa bersifat imanijer maupun berdasar fakta (realistis). Biasanya, teks narrative mengandung nilai-nilai maupun pesan moral yang tersirat.

Walaupun tujuan sekaligus fungsi sosial narrative text adalah untuk menghibur pembaca lewat sajian kisah yang menarik. Tapi terkadang teks ini juga mengandung nilai-nilai maupun pesan moral yang tersirat di dalamnya. Sehingga pembaca pun juga bisa memetik hikmah dan pelajaran darinya.

Struktur Narrative Text

Can you mention generic structure of narrative text? inilah model pertanyaan yang sering diajukan oleh guru.

Generic structure sendiri mengacu pada sistematika penyusunan suatu alur suatu jenis teks. Penggunaan struktur yang baik dan benar akan mengarah pada sajian alur cerita yang saling koheren antar paragrafnya.

Meski terkesan mudah namun masih ada beberapa siswa yang belum mengetahui generic structure of Narrative Text atau struktur narrative text tersebut. Dalam narrative text terdapat beberapa struktur penting yang perlu dipahami seperti di bawah ini:

Orientation

Struktur narrative text yang pertama adalah orientation. Orientation dalam bahasa Indonesia disebut dengan bagian pengenalan. Maka dari itu bagian paragraf awal narrative text ini berisi perkenalan latar dan tokoh dalam isi cerita. Latar narrative text tersebut merupakan tempat dan waktu kejadian dalam cerita.

Complication

Struktur narrative text selanjutnya adalah complication. Bagian ini berisi awal mula masalah dalam sebuah kejadian atau peristiwa. Masalah yang muncul di awal paragraf akan berlanjut menjadi serangkaian alur cerita yang panjang karena sifatnya kronologis sehingga mengandung konflik, klimaks, dan bagian anti klimaks. Adapun susunan dari bagian complication tersebut yaitu:

  1. Problem adalah kalimat atau paragraf yang mulai mengarah pada masalah dari sebuah cerita.
  2. Conflict adalah kalimat berisi masalah yang lebih kompleks lagi, sehingga audiens pada bagian ini akan dibuat penasaran dengan kejadian selanjutnya yang menimpa antar tokoh tokoh dalam cerita.
  3. Climax adalah puncak terjadinya konflik yang menjadi sorotan utama dari isi narrative text.
  4. Anti-climax adalah bagian berkurangnya konflik cerita secara perlahan. Bagian tersebut dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai bagian penurunan konflik.
  5. Solution adalah solusi atau penyelesaian dari konflik masalah yang telah diceritakan sebelumnya.

Dalam generic structure of Narrative Text ini terdapat beberapa jenis konflik di dalamnya yaitu meliputi:

  1. Natural conflict adalah jenis konflik antar semesta atau konflik alam.
  2. Social conflict adalah konflik yang terjadi antar pelaku atau tokoh cerita.
  3. Psychological conflict adalah konflik yang terjadi dalam diri sendiri atau konflik batin.

Resolution

Struktur narrative text selanjutnya adalah resolution. Resolution adalah bagian yang berisi kesimpulan atau akhir dari cerita. Paragraf tersebut dapat dijadikan sebagai penjelasan lanjutan dari bagian solution. Penulis akan menjelaskan akhir dari narrative text tersebut dengan unsur happy ending atau sad ending.

Re-Orientation

Generic structure of Narrative Text yang terakhir adalah reorientation. Strukur narrative text yang satu ini sebenarnya tidak wajib ada untuk dimasukkan dalam cerita. Tetapi pada umumnya bagian ini berisi cerita tentang kondisi terakhir dari sang tokoh cerita. Namun adapula yang menyertakan struktur narrative text tersebut dengan isi tentang pesan moral atau pelajaran hidup yang dapat diambil para pembaca agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

Kaidah Kebahasaan Narrative Text

Setelah menjelaskan tentang generic structure of Narrative Text di atas, selanjutnya saya akan membahas tentang language features in Narrative Text atau kaidah kebahasaan narrative text. Dalam narrative text terdapat beberapa kaidah kebahasaan yang perlu dipahami yaitu diantaranya:

Past Tenses

Dalam narrative text terdapat past tenses yang digunakan untuk menceritakan kejadian di masa lampau. Jenis past tenses dalam narrative text yang digunakan adalah

  • Simple Past Tense berguna untuk menyatakan terjadinya sebuah peristiwa di waktu lampau. Simple past tense memiliki rumus seperti berikut:
    a. Kalimat positif : Subject (I/you/we/they/he/she/it) + V2 + Object + adverbs
    b. Kalimat negatif : Subject (I/you/we/they/he/she/it) + did not + V1 + Object + adverbs
    c. Kalimat tanya : Did + Subject (I/you/we/they/he/she/it) + V1 + Object + adverbs?
  • Past Continuous Tense berguna untuk menyatakan sebuah peristiwa yang sedang berlangsung di waktu lampau. Past continous tense memiliki rumus seperti berikut:
    a. Kalimat positif : Subject (I/you/we/they/he/she/it) + was/were + Ving + Object + adverbs
    b. Kalimat negatif : Subject (I/you/we/they/he/she/it) + was/were + not + Ving + Object + adverbs
    c. Kalimat tanya : Was + Subject (I/he/she/it) + Ving + Object + adverbs?
    Was/were + Subject (you/we/they) + Ving + Object + adverbs?
  • Past Perfect Tense berguna untuk menyatakan sebuah aksi atau peristiwa yang sudah selesai dalam satu titik di masa lalu sebelum terjadi kejadian di masa lampau lainnya. Past perfect tense memiliki rumus seperti berikut:
    a. Kalimat positif : Subject (I/you/we/they/he/she/it) + had + V3 + Object + adverbs
    b. Kalimat negatif : Subject (I/you/we/they/he/she/it) + had + not + V3 + Object + adverbs
    c. Kalimat tanya : Had + Subject (I/you/we/they/he/she/it) + V3 + Object + adverbs?

Adverb of Time (Keterangan Waktu)

Language features in Narrative Text selanjutnya adalah adverb of time atau keterangan waktu. Biasanya dalam narrative text ini terdapat jalan cerita atau urutan kejadian yang disebut juga dengan alur. Adapun contoh adverb of time dalam narrative text yaitu sebagai berikut:

  1. One day = suatu hari
  2. Until one day = sampai suatu hari
  3. Once upon a time = dahulu kala
  4. This time = kali ini

Time Conjunction (Kata Hubung Waktu)

Kaidah kebahasaan narrative text selanjutnya adalah Time Conjunction atau kata hubung waktu. Dalam narrative text ini, kita sering menemukan kata hubung waktu atau time conjunction di dalamnya. Adapun contoh time conjunction dalam narrative text tersebut yaitu:

  1. Until = sampai
  2. Before = sebelum
  3. After = setelah
  4. When = saat
  5. As soon as = secepat saat
  6. As = disaat
  7. Once = pada
  8. Since = sejak
  9. While = saat

Direct Speech (Kalimat langsung)

Language features in Narrative Text selanjutnya adalah direct speech atau kalimat langsung. Direct Speech adalah ucapan seseorang yang diutarakan langsung dalam cerita. Maka dari itu pembaca seakan akan dapat merasakan suasana dalam cerita. Dalam penulisan direct speech harus memperhatikan beberapa aturan seperti di bawah ini:

  1. Memberikan tanda koma setelah kalimat direct speech yang dialognya diapit oleh tanda petik serta menulis pelapornya menggunakan saying verb-nya.
  2. Menulis pelapornya menggunakan saying verb-nya jika pelapornya terletak di awal kalimat langsung, kemudian diberikan tanda koma dan ditambahkan dengan tanda kutip setelah tanda koma. Lalu isi dengan dialognya dan akhiri menggunakan tanda titik.
  3. Jika dialognya diakhiri dengan tanda seru atau tanda koma dan letak pelapornya di akhir dialog, maka tidak ada penambahan koma dalam dialog yang berada di dalam tanda kutip. Tetapi jika pelapornya terletak di awal, maka tetap membutuhkan koma.

Contoh Narrative Text

Fox and A Cat

One upon a time a fox and cat were having a conversation. The fox, who was an arrogant creature, boasted how clever he was. ‘Why, I know at least a thousand ways to get away from our mutual enemies, the dogs,’ he said.

‘I only know one trick to get away from dogs,’ said the cat. ‘Maybe you can teach me some of your tricks!’

‘Well, maybe some day, when I have spare time, I may teach you a few of the simpler ones,’ replied the fox airily.

After few moment, in distance they heard barking of a pack of dogs. Sooner the barking grew louder and the dogs were coming in their direction. The cat ran and climbed into the tree at once, he now can avoid the dog. ‘This is the trick I told you about, the only one I know,’ said the cat. ‘Which one of your hundred tricks are you going to use?’

The fox sat silently under the tree, wondering which trick she should use. Before she could make up her mind, the dogs arrived. They fell upon the fox and bite him to pieces.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here