Contoh Teks Debat Tentang Kekerasan Singkat Beserta Unsurnya

Contoh Teks Debat Tentang Kekerasan Singkat Beserta Unsurnya – Terjadinya perbedaan pendapat dalam sebuah percakapan merupakan hal yang sudah biasa. Setiap orang memiliki perspektif tersendiri dalam menyikapi hal konkret baik itu secara pro maupun kontra. Perbincangan dengan saling lempar argumen inilah yang selanjutnya disebut perdebatan. Debat bisa terjadi antar individu, antar kelompok, individu dengan kelompok, maupun sebaliknya. Perdebatan tersebut selalu diawali dengan pendapat kecil yang akhirnya diikuti oleh pernyataan bersifat argumentatif.

Debat biasanya dilakukan lewat lisan bertatap muka secara langsung. namun tidak sedikit pula yang menyusun teks debat terlebih dahulu sebelum mulai berargumen. Tujuannya tidak lain agar setiap kalimat yang terlontar kepada lawan bisa tersusun rapi dan rasional. Di dunia pendidikan, contoh teks debat bisa diskenario sehingga terkesan lebih teratur untuk siswa. Namun lain halnya dengan fakta di lapangan, mayoritas debat berjalan secara natural dan tidak bisa diprediksi. Sehingga membuka ruang munculnya improvisasi dalam berargumen.

contoh teks debat tentang kekerasan
contoh teks debat tentang kekerasan

Contoh teks debat sendiri bisa dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jenisnya. Mulai dari teks debat parlemen, formal, informal, pemeriksaan ulang (crosscheck), dan lain sebagainya. Namun, guru biasanya memberikan model debat pendidikan atau konvensional sesuai dengan ruang lingkup siswa. Tema perdebatan bisa mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Misalnya saja kekerasan terhadap anak, penyimpangan sosial, tema pendidikan, cacatnya sistem peradilan dan hukum di Indonesia.

Dalam artikel kali ini saya telah menyiapkan beberapa contoh teks debat singkat dengan tema kekerasan. Akantetapi, sebelum kita menuju contoh debat ada baiknya kita juga mempelajari beberapa kaidah dan asas perdebatan. Tujuannya agar kita tau apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan ketika sedang beradu argumen dengan lawan bicara.

Materi Teks Debat

Tanpa kita sadari teks debat bisa kita temukan dengan mudahnya dalam sebuah percakapan pendek. Percakapan tersebut bisa melibatkan sekumpulan orang yang terbagi menjadi dua kubu yakni pro dan kontra. Sebelum mulai membahas contoh teks debat tentang kekerasan, ada baiknya kita mengulang kembali apa yang sudah kita pelajari sebelumnya. Materi tersebut berkaitan dengan pengertian teks debat, struktur, dan unsur unsur teks debat itu sendiri.

Pengertian Teks Debat

Teks debat adalah salah satu jenis teks yang didalamnya memuat sebuah pertentangan pendapat, pertukaran pikiran, serta pembahasan terkait suatu isu tertentu. Bentuk teks debat sering pula dimanifestasikan menjadi lisan dalam kehidupan sehari-hari. Saya pun yakin kita semua pernah mendebatkan sesuatu entah itu hal besar maupun kecil.

Tujuan Debat

Meskipun didalamnya terdapat pertentangan, namun tujuan dari contoh teks debat tidak melulu tentang mencari siapa yang benar dan salah. Ada kalanya debat menjadi ajang bertukar pikiran dan memperkuat pendapat melalui argumen masing-masing. Debat sekaligus menjadi wujud sederhana dari sebuah musyawarah yang diadakan oleh sekumpulan orang. Hal ini didasarkan asas perbedaan bahwasanya setiap orang memiliki karakteristik dan pemikiran yang berbeda-beda.

Unsur Teks Debat

Pada dasarnya, contoh teks debat memang tidak memiliki struktur paten karena perdebatan tersebut bisa saja terjadi secara spontan. Misalnya saja ketika bercakap-cakap dengan teman sebaya, orang tua, ataupun orang lain. Meskipun demikian, terdapat beberapa unsur yang harus kita ketahui sebelum mulai mendebat pernyataan seseorang.

Dalam acara debat resmi misalnya, kita harus mengetahui urutan, unsur, serta syarat debat sesuai asas yang berlaku. Sebelum kita beranjak membaca contoh teks debat 4 orang atau 6 orang tentang kekerasan silahkan pelajari terlebih dulu istilah di bawah ini:

  1. Mosi: Mosi merupakan pernyataan topik yang bisa diberikan di awal maupun sebelum dimulainya acara debat. Biasanya mosi bersifat kontroversial, faktual, dan spesifik tentang suatu tema bahasan.
  2. Moderator: Moderator bertugas membawakan acara atau memimpin jalannya debat.
  3. Tim afirmasi: Tim pro yang setuju dengan topik debat.
  4. Oposisi: Tim kontra yang tidka setuju dengan topik
  5. Penonton: Penonton sekaligus menjadi juri yang nantinya akan menilai sekaligus menentukan hasil perdebatan berdasarkan argumen yang dilontarkan oleh masing-masing tim.
  6. Notulen: Notulensi bertugas mencatat poin-poin penting yang disampaikan oleh kedua tim.

Adapula beberapa asas yang tidak boleh kita langgar ketika sedang berdebat. Bisa dibilang asas ini merupakan aturan atau tatacara dalam mendebat dan berargumen. Misalnya saja, menyampaikan argumen berdasarkan fakta. Tidak menyudutkan karakter seseorang hingga saling menghormati pendapat orang lain. Setelah kita memahami beberapa materi diatas, tibalah saatnya membaca contoh teks debat tentang kekerasan di bawah.

Contoh Teks Debat 4 Orang Tentang Kekerasan

Di era modern seperti sekarang ini informasi dari seluruh penjuru dunia bisa diakses dengan mudah lewat internet. Di balik kemudahan tersebut, ternyata teknologi juga menimbulkan dampak negatif khususnya bagi siswa yang notabenya menjadi generasi penerus. Misalnya saja film yang menayangkan adegan kekerasan kini bisa dengan mudah diakses oleh anak-anak. Tayangan kekerasan tersebut lama kelamaan akan menjadi stigma pada penontonnya dan pada akhirnya bisa mempengaruhi psikologi mereka.

Munculah perdebatan dan pendapat tentang pengaruh film ataupun video yang mengandung unsur kekerasan tersebut. Salah satunya sudah tertulis dalam contoh teks debat tentang kekerasan singkat di bawah.

Isu: Adegan kekerasan pada tayangan film

Reva: Banyak sekali film yang menampilkan adegan kekerasan baik secara fisik maupun emosional di televisi. Tayangan semacam ini akan merusak moral anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Micheal: Merusak? apa maksud dari merusak? saya rasa tayangan tersebut tidak akan memberikan dampak negatif untuk masa depan mereka.

Fino: Pernyataan Reva sangat benar menurut saya. Selain orang tua, rekan sebaya, dan guru, media juga memberikan pengaruh besar membangun karkater siswa. Ambilah contoh televisi yang notabennya ada di setiap rumah dan selalu ditonton setiap harinya. Televisi sebagai media percontohan seharusnya memberikan tayangan edukatif. Pasalnya, apa yang sudah anak-anak tonton akan mereka manifestasikan dalam kehidupan nyata.

Anggun: Tapi kita juga tidak boleh menyalahkan permasalahan ini seluruhnya kepada anak-anak dan produsen film tersebut. Kemana tanggung jawab orang tua dan pemerintah? sebenarnya setiap tayangan baik di televisi dan internet sudah dibuat berdasarkan porsinya. Makanya kita dapat menemukan kategori seperti R (remaja), SU (semua umur), BO (bimbingan orangtua), dan lain sebagainya.

Micheal: Nah, justru dengan bimbingan orang tua tersebut anak-anak bisa menonton beberapa tayangan yang menampilkan adegan kekerasan, misalnya pada film action. Di samping itu, saya juga belum pernah mendengar adanya tindak kriminal akibat anak-anak yang menonton film.

Reva: Stop, kita tau sudah banyak tindak kejahatan serius yang dilakukan oleh orang dewasa maupun anak-anak yang diilhami dari sebuah film. Ambilah kasus pembunuhan seperti yang diberitakan di televisi kemarin misalnya, seorang wanita tega melakukan tindak kekerasan hingga berujung fatal hanya karena terinspirasi dari sinteron.

Fino: Betul, jangan lupa pula kasus remaja yang menenggelamkan balita di bak mandi karena sering menonton anime yang mengandung unsur “dark” di dalamnya. Pada intinya, semua orang memiliki sisi gelap dan kepribadian masing-masing. Dengan memberikan tontonan edukatif tidak mengandung unsur kekerasan adalah salah satu tindakan preventif terbaik.

Anggun: Nah, itulah maksud saya tadi. Poin reva tentang tayangan kekerasan tidak boleh ditonton oleh anak-anak sangatlah tepat. Namun membatasi haknya untuk mengeksplorasi dunia luar adalah salah besar. Cepat atau lambat anak-anak pasti akan mengenal yang namannya tindak kekerasan. Tugas kita sebagai kaum intelek adalah mendampingi dan memberikan bimbingan manakala mereka tersesat di jalan yang salah.

Micheal: Itulah yang saya maksudkan. Semua tayangan kekerasan tersebut tidak akan berdampak negatif selama anak-anak menontonnya dengan bimbingan orang tua. Dengan demikian anak tetap merasa terhibur tanpa adanya batas namun psikologinya tetap aman untuk masa mendatang.

Contoh Teks Debat Tentang Kekerasan (6 Orang)

Seperti yang telah saya sebutkan bahwa debat diwujudkan dalam berbagai bentuk sederhana. Namun ada pula debat yang sudah diatur sedemikian rupa mulai dari partisipan, isu, hingga alur berjalannya debat oleh moderator. Contoh debat seperti inilah yang dinakaman perdebatan formal yang biasanya ditayangkan di televisi. Contoh teks debat 6 orang kali ini masih mengusung tema yang sama yakni kekerasan di lingkungan siswa. Untuk lebih jelasnya, silahkan simaklah bacaan berikut.

Moderator: Kita semua sudah mengetahui tentang adanya kasusus penganiayaan berakibat fatal yang dilakukan oleh seorang remaja SMP kelas 3 kepada seorang balita. Beritanya pun juga sudah tersebar luas lewat internet, televisi, maupun mulut ke mulut. Apakah sekiranya tanggapan anda semua tentang kasus yang menimpa saudari NF tersebut? haruskah pelaku dijatuhi hukuman pidana? mengingat umurnya yang masih di bawah umur.

Frisca: Kasus yang sempat menghebohkan jagat pertelevisian dan dunia maya tersebut adalah ironi yang sangat menyedihkan. Bagaimana seorang siswi SMP bisa memiliki mental dan pemikiran sedemikian rupa kepada balita yang notabennya merupakan tetangga dekatnya sendiri? Ibarat kalau ada asap sudah pasti disitu ada api, kita harus memperhatikan penyebab tindak kekerasan anak tersebut.

Herman: Lingkungan memberikan dampak besar pada perkembangan karakter seseorang. Jadi kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan tragedi tersebut pada tersangka.

Arika: Tidak hanya lingkungan saja, karakter tersangka juga bisa terbentuk karena sering melihat adegan kekerasan serupa dengan apa yang dia lakukan. Hal ini pun diperkuat analisa pakar psikologi dan pengakuan tersangka bahwa ia sering menonton anime bergenre dark.

Husni: Tapi menurut saya, apapun alasannya tindak kekerasan yang dilakukan tersangha NF benar-benar tidak bisa ditoleransi. Di lain sisi, orang tuanya pun juga harus disalahkan karena tidak bisa memberikan pendidikan karakter dengan benar pada tersangka.

Arum: Orang tua memang bertanggung jawab terhadap perkembangan karakter anaknya. Namun menyalahkan posisi mereka bukanlah pemikiran yang tepat mengingat setiap orang memiliki karakter masing-masing. Mungkin di mata orang tuanya, NF adalah anak yang baik namun dibalik itu semua dia memiliki lingkungan bergaul yang kelam.

Frisca: Masalahnya, bagaimana tindakan penegak hukum menyikapi peristiwa ini? kalau menurut saya dia harus diberikan hukuman sesuai dengan porsinya.

Winda: Saya tidak setuju karena NF masih di bawah umur dan masih memiliki masa depan. Pasti ada cara lain untuknya mempertanggung jawabkan apa yang sudah dia lakukan.

Herman: Betul, Kita tidak bisa menuntut NF diadili layaknya kriminal lainnya mengingat umurnya yang masih belia. Dia masih memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Memberikan rehabilitasi sepertinya lebih tepat dilakukan dibandingkan hukuman. Bayangkan saja jika anak dibawah umur dipenjara dan dijadikan satu dengan warga binaan lainnya.

Husni: Tidak bisa sepertu itu. Kita harus memikirkan juga bagaimana perasaan keluarga korban khususnya ayah ibunya. Sudah pasti mereka merasa terpukul dan sangat kehilangan. Penegak hukum pun harusnya realistis dalam menanggapi kasus kekerasan yang satu ini.

Arum: Seperti yang kita ketahui bahwa hukum pidana kita masih memiliki banyak kekurangan. salah satunya adalah hukum kekerasan berujung kematian yang dilakukan oleh anak di bawah umur seperti kasus NF. Pemerintah harusnya segera merombak tatanan hukum dan memberikan putusan seadil-adilnya terhadap kasus tersebut.

Itulah dua contoh teks debat tentang kekerasan dengan partisipasi 4 orang dan 6 orang. Sebenarnya, partisipan debat tidak memiliki batasan tertentu. Debat bisa terjadi antara 2 orang secara individu, kelompok lebih dari 4 orang, dan lain sebagainya tanpa memandang jumlah partisipan.

Hanya saja, dalam sebuah debat formal biasanya partisipannya sudah diatur sedemikian rupa agar kubu pro dan kontra memiliki kekuatan yang seimbang saat beradu argumen. Contohnya seperti acara ILC (indonesia lawer club) yang diadakan di TVOne berkonsep demikian.

Terimakasih sudah membaca artikel diatas sebagai referensi tugas menyusun teks debat 6 orang dan 8 orang anda. Jika teman-teman masih merasa kurang dengan contoh teks debat pendek diatas silahkan ajukan permintaan di kolom komentar. Jangan lupa ajukan pula tema debat yang diinginkan, maka admin akan segera membuatnya dalam postingan yang baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here