Apa Itu Konsiliasi: Pengertian, Contoh, Tujuan, dan Manfaatnya

Apa Itu Konsiliasi: Pengertian, Contoh, Tujuan, dan Manfaatnya – Tidak ada manusia yang luput dari masalah dan juga konflik dalam kehidupan sehari harinya di masyarakat. Baik itu masalah individu maupun kelompok dimanapun dan juga kapanpun. Konflik juga bisa terjadi karena komunikasi yang kurang baik anatara satu dengan yang lainnya karena pada dasarnya sifat manusia yang unik mempunyai cara pandang yang berbeda beda maka dari itu perbedaan sering sekali terjadi dan menyebabnya yang Namanya salah faham sehingga berujung perselihan.

apa itu konsiliasi
apa itu konsiliasi

Ketika individu tau kelompok mempunyai yang Namanya masalah atau perselisihan perlu adanya yang Namanya penyelesaian masalah. Salah satu cara terbaik adalah dengan melakukan pemecahan masalah bersama. Tanpa perlu mencari sebenarnya contoh konsiliasi sudah terjadi di tengah kehidupan sehari-hari. Hanya saja kita tidak menyadari karena kurang menguasai materi.

Kegiatan ini melibatkan pihak ke 3 yang membantu dalam prosesnya sering disebut sebagai konsiliator. Tugas konsiliator ini yaitu membantu pihak yang berselisih untuk memberikan serta memfasilitasi agar tercapainya suatu kesepatakan Bersama. nah dalam artikel kali ini kita akan membahas pengertian konsiliasi beserta contohnya.

Contents

Apa Itu Konsiliasi: Pengertian, Contoh, Tujuan, dan Manfaatnya

Konsiliasi adalah materi yang masuk dalam pembelajaran sosiologi di sekolah. Sebagai proses sosial tentunya konsiliasi memberikan dampak serta manfaat positif. Bahkan saking pentingnya proses pemecahan masalah satu ini juga dirumuskan dalam undang-undang dasar.

Secara garis besar materi yang membahas apa itu konsiliasi memang tertulis rapi di buku pedoman. Dalam berbagai kesempatan guru pun pasti akan menjelaskan proses sosial tersebut sebagai bentuk pembekalan. Pasalnya materi tersebut sering muncul sebagai soal yang notabennya sulit dijawab oleh siswa.

Contoh konsiliasi sendiri dapat kita amati di tengah kehidupan bermasyarakat. Misalnya terjadi pertikaian antar warga lalu untuk menyelesaikannya harus dibantu pihak ketiga sebagai perantara. Ruang lingkupnya pun juga tak terbatas pada orang berstatus sipil saja tapi juga bisa merambat ke liangkup yang lebih besar seperti antar negara.

Apa Itu Konsiliasi

Pengertian konsiliasi adalah usaha mempertemukan antara kedua pihak yang bersalah untuk membuat persetujuan dan penyelesaian. Ada beberapa ahli yang berpendapat serta mendefinisikan proses pemecahan masalah tersebut. Siapa saja? simaklah penjelasan di bawah:

Huala Adolf

Pengertian konsiliasi adalah suatu metode penyelesaian suatu masalah dengan menyerahkannya kepada sebuah konsiliator untuk kemudian menjelaskan juga menguraikan segala jenis fakta, setelah itu akan membuat suatu usulan suatu keputusan penyelesaian, Tetapi usulan keputuan tersebut memiliki sifat tidak mengikat.

Baca juga: 6 Faktor Penghambat Integrasi Sosial (Internal dan Eksternal)

UU no 30 Thn 1999

Tanpa kita sadari sebenarnya contoh konsiliasi juga tertulis di undang-undang dasar negara Indonsia. Maknanya, seluruh prosesnya bersifat resmi serta mengikat sesuai hukum. Arti proses sosial satu ini merujuk pada usaha mencari perdamaian di luar pengadilan. Kalian juga bisa mendeskripsikannya sebagai tindakan untuk kemudian mencegah dilakukannya suatu proses litigasi.

Konsiliasi adalah proses yang tercantum dalam undang-undang nomor 30 tahun 1999 tentang aribtrase dan alternatif penyelesaian sengketa pada pasal 1 ayat 10 yang berbunyi “alternatif penyelesaian sengketa adalah Lembaga penyelesaian sengketa atau beea pendapat melalui prosedur yang disepakati para pihak, yakni penyelesaian di luar pengadilan Dengan cara konsultasi, negoisasi, mediasi, konsiliasi, atau penilaian ahli”.

Peter Behrens

Konsiliasi adalah suatu cara penyelesaian sengketa yang memiliki sifat lebih formal daripada mediasi. Putusan yang kemudian ditetapkan lewat konsiliasi tersebut sifatnya tidak mengikat.
Berdasarkan pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian Konsiliasi ini adalah salah satu bentuk penyelesaian sengketa diluar pengadilan yang artinya bahwa, proses penyelesaian sengketa itu dilakukan dengan secara damai apabila para pihak yang bersengketa sudah sepakat untuk menemukan solusi yang bersahabat.

Tujuan Konsiliasi

Nah dalam undang undang tersebut sudah dijelaskan bahwa jika seorang individu atau kelompok mempunyai masalah dapat dilakukan penyelesaian dengan cara konsiliasi. Sebagai proses sosial tentu Konsiliasi ini mempunyai tujuan yaitu untuk:

Pertama, membawa pihak yang berselisih secara bersama sama mencari jalan keluar dalam menyelesaikan permasalahan atau perselisihan yang sedang terjadi.

Proses sosial ini mencari jalan tengah yang dapat diambil untuk diterima oleh kedua belah pihak dalam menyelesaikan permasalahan. Supaya antara kedua belah pihak tersebut bisa melewati suatu permasalah atau perselisihan tersebut. Hal itu dapat membantu menghilangkan salah paham yang dikarenakan prasangka informasi yang tidak benar di dalam mencapai perubahan sikap yang nyata. Seluruh informasi yang didapatkan di dalam proses konsiliasi ini akan dijaga kerahasiaannya serta tidak akan dibuat yakni sebagai bagian dari proses peradilan.

apa itu konsiliasi
Contoh konsiliasi

Ketiga, dapat membantu kita menghilangkan kesalahpahaman karena bias atau informasi yang salah ketika mencapai perubahan sikap yang nyata. Semua informasi yang diperoleh dalam proses Mediasi bersifat rahasia dan tidak akan termuat dalam konteks proses peradilan.

Manfaat Konsiliasi

Setiap proses sosial yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya menghasilkan manfaat bersama. Demikian juga manfaat konsiliasi yang menurut saya cukup besar dan berpengaruh. Namun, hal tersebu justru sering terabaikan oleh khalayak umum karena berbagai alasan. Maka dari itu simaklah beberapa manfaat di bawah:

  1. Bebas biaya
  2. Proses penyelesaian itu dengan melalui konsiliasi ini lebih singkat dibandingkan proses Pengadilan.
  3. Tidak ada paparan media terhadap para pihak perorangan.
  4. Tidak seformal dibandingkan dengan sidang di pengadilan
  5. Konsiliasi bersifat sukarela

Contoh Konsiliasi

Secara resmi kalian sudah mempelajari materi yang sedikit banyak membahas cara menyelesaikan masalah di tengah masyarakat. Nah, untuk mendalami materi maka simaklah beberapa contoh konsiliasi di bawah.

Pada penyelesaian sengketa yang terjadi antar Negara misalnya THAILAND dan PRANCIS. Yang mana kedua belah pihak kemudian menyepakati membentuk suatu komite Konsiliasi. Setelahnya mereka pun membahas batas-batas wilayah Thailand serta Kamboja. Saat itu Kamboja tersebut merupakan wilayah kekuasaan Prancis sehingga sengketa tersebut kemudian melibatkan Thailand dengan Prancis bukan antara Thailand Dengan Kamboja.

Contoh konsiliasi juga dapat kita amati dalam konteks pendidikan. Misalnya guru sekolah A dan B terlibat adu mulut. Penyebabnya masalah lomba yang tidak dapat mereka ikuti karena kurangnya fasilitas sekolah sehingga siswa tidak dapat ikut pertandingan. Maka mereka setuju untuk melaporkan masalah ini kepada panitia lomba untuk mencari penyelesaian.

Contoh konsiliasi lain sering terjadi di lingkup terkecil yakni rumah tangga. Misalnya terjadi pertikaian antara suami istri. Lalu sang istri pun memilih pulang ke rumah orang tuanya untuk meredam masalah. Di saat yang sama mereka pun bisa menyelesaikan masalah dengan pikiran lebih dingin.

Konflik antara pekerja dengan dengan bosa tau perusahaan tempat ia bekerja, dimana para buruh meminta upah dinaikan serta berbagai permintaan yang menimbulkan konflik.
Berikut diatas adalah penjelasan singkat konsiliasi beserta contohnya. Perlu kalian ketahui bahwa setiap manusia pasti memiliki konfilik antara antara yang lain baik insidivu mapun kelompok dengan jalur konsiliasi ini mereka berdiskusi Bersama untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut agar tidak terjadi permusuhan yang berkepanjangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here